Peran Wanita Sebagai Istri Idaman
Oleh : Ummu Ahmad - Al-Sofwah /usahamulia.net
Diantara kebahagian seorang suami adalah dikaruniainya isteri yang shalehah
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau
meman-dangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya
(tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu.
Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya
engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan
jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan
hartamu." (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah
hadits 282)
Dalam sabdanya yang lain:
" Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu
adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia." (HR. Baihaqi dalam
Syu'abul Iman, Shahihul jami' 4285)
Oleh karena itu isteri shalehah adalah idaman bagi setiap suami shaleh di
setiap waktu dan tempat. Isteri idaman dia adalah wanita mukminah, wanita
shalehah yang jiwanya sebagai cerminan ilmu syar'i yang hanif, aqidahnya
murni, akhlaknya agung, dan perangainya baik, untuk mendapatkannya harus
diperhatikan hal-hal berikut:
Oleh : Ummu Ahmad - Al-Sofwah /usahamulia.net
Diantara kebahagian seorang suami adalah dikaruniainya isteri yang shalehah
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau
meman-dangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya
(tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu.
Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya
engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan
jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan
hartamu." (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah
hadits 282)
Dalam sabdanya yang lain:
" Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu
adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia." (HR. Baihaqi dalam
Syu'abul Iman, Shahihul jami' 4285)
Oleh karena itu isteri shalehah adalah idaman bagi setiap suami shaleh di
setiap waktu dan tempat. Isteri idaman dia adalah wanita mukminah, wanita
shalehah yang jiwanya sebagai cerminan ilmu syar'i yang hanif, aqidahnya
murni, akhlaknya agung, dan perangainya baik, untuk mendapatkannya harus
diperhatikan hal-hal berikut:
CARA MEMILIH ISTRI IDAMAN
• Memilih wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Wanita itu dinikahi karena empat hal: Hartanya, keturunannya,
kecantikan-nya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang
memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tangan-mu akan berdebu (miskin
merana)." (HR.Al-Bukhari, Fathul Bari 9/132)
Dengan memilih wanita yang berasal dari lingkungan yang baik dan karakter
yang benar-benar shalehah maka akan menghasilkan ketenangan dalam hidup
berumah tangga. Karena adat kebiasaan dan gaya hidup suatu kaum sangat
berpengaruh terhadap kepribadiannya.
• Diutamakan yang gadis sebagai-mana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa sallam :
"(Nikahilah)gadis-gadis sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya,
lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit(qanaah). dan
dalam riwayat lain "Lebih sedikit tipu dayanya". ( HR.Ibnu Majah No.1816 dan
dalam As Silsilah ash Shahihah , hadits No.623)
• Diutamakan wanita yang subur atau tidak mandul, sebagaimana sabda
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Kawinilah wanita yang penuh cinta dan yang subur peranakannya.
Sesung-guhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi
pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad 3/245 dari Anas, dikatakan dalam Irwaul
Ghalil hadits ini shahih)
AQIDAH ISTRI IDAMAN
Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang
shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan
tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu
bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui
ilmu-ilmu syar'i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam
hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu
agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di
atas cahaya ilmu, sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata
kepada Rasulullah n: "Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka
jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat
bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada
mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: "Tidaklah seorang
wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka
sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya:
"Bagaimana kalau hanya dua?" Beliau menjawab: "Juga dua." (HR. Al-Bukhari
No 1010)
Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya
misalnya:
• Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.
• Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
• Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.
• Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria,
pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.
• Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah
(menggunjing) dan namimah (adu domba).
• Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang
lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.
• Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan
suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya
di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat
yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya
kemudian ia sebar luaskan rahasianya." (HR. Muslim 4/157)
ISTRI IDAMAN DI RUMAH SUAMINYA
• Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri
bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendorong
suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya,
sebagaimana firman Allah: " Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat
baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah
payah dan melahirkannya dengan susah payah." (QS. Al Ahqaf : 15)
• Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
• Membantunya dalam ketaatan.
• Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
• Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
• Bagus didalam mendidik anak.
• Penampilan:
* Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan
penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya
maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah
sehingga menyenangkan hati suaminya.
* Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan
hal-hal berikut: o Harus minta izin suami.
o Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya.
o Tidak memakai wangi-wangian.
o Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar'i atau keperluan yang
sangat mendesak.
Maraji': Tarbiyatul Athfal fil Hadits Asy-Syarif, Khalid Ahmad
Asy-Syanthot, Tarbiyatul Athfal fil Islam, Habsyi Fathullah Al-Hafnawiy
• Memilih wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Wanita itu dinikahi karena empat hal: Hartanya, keturunannya,
kecantikan-nya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang
memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tangan-mu akan berdebu (miskin
merana)." (HR.Al-Bukhari, Fathul Bari 9/132)
Dengan memilih wanita yang berasal dari lingkungan yang baik dan karakter
yang benar-benar shalehah maka akan menghasilkan ketenangan dalam hidup
berumah tangga. Karena adat kebiasaan dan gaya hidup suatu kaum sangat
berpengaruh terhadap kepribadiannya.
• Diutamakan yang gadis sebagai-mana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa sallam :
"(Nikahilah)gadis-gadis sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya,
lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit(qanaah). dan
dalam riwayat lain "Lebih sedikit tipu dayanya". ( HR.Ibnu Majah No.1816 dan
dalam As Silsilah ash Shahihah , hadits No.623)
• Diutamakan wanita yang subur atau tidak mandul, sebagaimana sabda
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Kawinilah wanita yang penuh cinta dan yang subur peranakannya.
Sesung-guhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi
pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad 3/245 dari Anas, dikatakan dalam Irwaul
Ghalil hadits ini shahih)
AQIDAH ISTRI IDAMAN
Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang
shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan
tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu
bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui
ilmu-ilmu syar'i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam
hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu
agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di
atas cahaya ilmu, sebagaimana riwayat dibawah ini:
Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata
kepada Rasulullah n: "Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka
jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat
bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada
mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: "Tidaklah seorang
wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka
sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya:
"Bagaimana kalau hanya dua?" Beliau menjawab: "Juga dua." (HR. Al-Bukhari
No 1010)
Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya
misalnya:
• Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.
• Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
• Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.
Akhlak Isteri Idaman :
• Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria,
pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.
• Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah
(menggunjing) dan namimah (adu domba).
• Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang
lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.
• Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan
suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Sesungguhnya
di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat
yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya
kemudian ia sebar luaskan rahasianya." (HR. Muslim 4/157)
ISTRI IDAMAN DI RUMAH SUAMINYA
• Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri
bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendorong
suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya,
sebagaimana firman Allah: " Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat
baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah
payah dan melahirkannya dengan susah payah." (QS. Al Ahqaf : 15)
• Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.
• Membantunya dalam ketaatan.
• Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
• Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
• Bagus didalam mendidik anak.
• Penampilan:
* Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan
penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya
maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah
sehingga menyenangkan hati suaminya.
* Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan
hal-hal berikut: o Harus minta izin suami.
o Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya.
o Tidak memakai wangi-wangian.
o Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar'i atau keperluan yang
sangat mendesak.
Maraji': Tarbiyatul Athfal fil Hadits Asy-Syarif, Khalid Ahmad
Asy-Syanthot, Tarbiyatul Athfal fil Islam, Habsyi Fathullah Al-Hafnawiy